Artinya dan janganlah kamu dekati zina sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. (Q.S Al-Isra' ayat 32) Begitupula bagi orang yang bahkan hanya mendekati zina. Oleh sebab itu, orang mendekati atau bahkan melakukan zina akan mendapat adzab yang amat pedih. AYAT-AYAT AL-QUR'AN TENTANG LARANGAN MENDEKATI ZINA. Berikut beberapa ayat Al-Qur'an dan Hadis Nabi yang melarang perbuatan zina. Adapun ayat-ayat Al-Qur'an yang membahas tentang perbuatan Ditetapkan atas anak cucu Adam bagiannya dari zina akan diperoleh hal itu tidak mustahil. Kedua mata zinanya adalah memandang (yang haram). Kedua telinga zinanya adalah mendengarkan (yang haram). Lisan zinanya adalah berbicara (yang haram). Tangan zinanya adalah memegang (yang haram). Kaki zinanya adalah melangkah (kepada yang diharamkan). Shalawatdan salam, marilah kita sanjungkan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW yang telah membebaskan kita dari zaman jahiliah menuju zaman yang penuh dengan ilmu pengetahuan, dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang, seperti cahaya sinar matahari pada pagi hari ini. Yang saya hormati segenap dewan juri. Perbuatanzina alau hubungan seks bebas telah menghinggapi berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari kota-kota besar hingga ke pelosok desa. Perzinahan sudah menjadi hal yang biasa. pidato bahasa inggris singkat tentang pendidikan, contoh pidato bahasa inggris tentang lingkungan, contoh pidato bahasa inggris tentang menjadi diri sendiri Zinamerupakan apa yang ingin disampaikan dalam hadis tersebut. Yakinlah Allaah telah menyiapkan jodoh yang baik apabila kita senantiasa memperbaiki diri. Menjadi jomblo bukanlah sebuah dosa. Dengan tidak memiliki pacar artinya kita bisa fokus menata masa depan yang lebih baik. Hadirin rohimakumullaah Tanpaijin dari Allah tak mungkin kita bisa hadir dan bermuwajahah di tempat ini. Kedua kalinya,semoga keselamatan dan kesejahteraan tetap dilimpahkan Allah kepada panutan kita semua, yakni Rosulullah saw. Berikut para keluarganya,para sahabatnya,para ulama-ulama dan segenap pengikutnya, umat islam sekalian. Amiin. Para hadirin yang saya hormati, Hariini, saya ingin menyampaikan pidato singkat mengenai pentingnya memiliki kepercayaan diri. Kita semua mengetahui bahwa kepercayaan diri akan membuat hidup kita lebih baik dan sukses. Dari usia dini, kita diajarkan untuk mengangkat kepala kita tinggi-tinggi dan percaya pada diri kita bahwa kita bisa melakukan segalanya, kita bisa meraih Berikutdi bawah ini salah satu contoh pidato singkat mengenai pentingnya pendidikan. Pendidikan Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Pertama mari kita bersama-sama memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT. Karena atas rahmat dan hidayah-Nya saya dapat berdiri dihadapan Bapak Ibu sekalian. Bapak Ibu yang saya hormati, CeramahSingkat tentang Zina : Bahaya Zina dalam Islam Sebagian umat Muslim mungkin telah memahami bahwa larangan berzina merupakan larangan yang tegas, sehingga harus dihindari. Yang dimaksud dengan perzinahan adalah persetubuhan yang dilakukan oleh seorang pria dan wanita di luar nikah, tanpa memandang kembali sebelumnya. Merusak Garis Keturunan pidatobahasa indonesia tentang zina contoh zina hati muhadhoroh singkat macam-macam zina dan contohnya pengertian zina dan dalilnya pengertian zina muhsan hadits tentang zina mata wala taqrabu macam-macam zina apa itu zina mata maksud larangan allah janganlah mendekati zina adalah Demikianlahpidato singkat saya dan saya harus undur diri dari bapak ibu guru dan juga teman-teman semuanya. Selamat siang semuanya, salam bakti pada orang tua. وَبِا للهِ تَوْفِقْ وَ ا لْهِدَ يَهْ وَالسَّلَا مُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ا للهِ وَبَرَ كَا تُهْ sungguhamat keji perbuatan itu dan sungguh amat benar ucapan allah bahwa zina adalah fahisyah yang dikatakan oleh syaikh abdurrahman pula dalam tafsirnya : "al fahisyah adalah sesuatu yang dianggap sangat jelek dan keji oleh syari'at, oleh akal sehat dan fitrah manusia, karena mengandung pelanggaran terhadap hak allah, hak wanita, hak Padasaat seseorang melaksanakan ihrom yang termasuk salah satu rukun haji, maka dia tidak boleh berzina atau hal-hal yang berbau zina, tidak boleh berbuat maksiat, dan juga tidak boleh bertengkar. Para hadirin yang sama-sama mengharap rahmat Allah. ContohPidato Agama Singkat tentang Zakat. Contoh Ceramah Singkat - Ceramah atau pidato keagamaan adalah ceramah yang dilakukan oleh ahli agama atau biasa disebut ustad yang notabennya mempunyai ilmu agama lebih dan dibagikan kepada orang lain dengan tujuan agar banyak yang paham dan mengerti ilmu agama tersebut. En9g. Ceramah singkat tentang zina – Kini, perbuatan zina sudah merajalela. Parahnya, anak-anak muda sudah mulai berani menampakkan perbuatan keji ini di media sosial biar viral. Apakah pacaran itu zina? Inilah salah satu contoh zina yang marak dilakukan. Hukum zina adalah haram, meski hanya sekedar zina mata seperti melihat video, apalagi yang lebih dari itu. Ceramah singkat tentang zina ini ingin jelaskan pengertian zina, cara menghindari zina dan cara menghapus dosa zina. Sebab, dosa zina itu sangatlah mengerikan. Dengan tegas Allah menyatakan dalam Surah al Isra ayat 31 “wala taqrabu zina” dan janganlah kamu mendekati zina. Lalu, apa itu zina? Menurut KBBI, pengertian zina adalah perbuatan bersanggama antara laki-laki dan perempuan yang tidak terikat oleh hubungan pernikahan. Pengertian zina itu luas, karena ada macamnya. Tahukah kamu, perbuatan yang bisa membangkitkan syahwat nafsu lawan jenis juga termasuk zina, contohnya? banyak di medsos. Yuk ikuti teks ceramah ini sampai selesai. Ceramah Singkat tentang Zina Dalil tentang Zina Surat tentang Zina Larangan perbuatan zina termaktub didalam Surat Al Isra ayat 32. Sedangkan hukuman bagi pelaku zina bersetubuh ada di Surat An Nur ayat 2. Allah Taala berfirman Ayat tentang Zina Surat al-Isra’ ayat 32 وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk“. Berdasarkan Tafsir Kemenag RI, makna “dan janganlah kamu mendekati zina adalah menghindari setiap perbuatan yang bisa menggiring kita kepada perzinaan. Contohnya pergaulan bebas tanpa batas antara laki-laki dan perempuan. Selain itu, membaca atau menonton video yang dapat memicu syahwat. Yuk isi waktunya dengan banyak membaca dan mempelajari isi al Quran. Ayat tentang Zina Surat An-Nur ayat 2 الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ ۖ وَلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ “Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap satu dari keduanya dengan seratus kali deraan. Dan janganlah kamu belas kasihan kepada keduanya didalam menjalankan ketentuan agama Allah yaitu jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhir. Dan hendaklah dalam melaksanakan hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman “. Ayat tentang zina ini hendaknya menjadi pembelajaran bagi kita semua. Hendaklah selalu berupaya menghindari zina dan segala hal yang bisa mengundang perbuatan keji tersebut. Hadits tentang Zina Allah melarang kita untuk mendekati perbuatan zina, sebab akan menimbulkan dampak negatif terhadap pelaku zina. Yuk simak hadits tentang zina berikut ini. Hadits tentang zina pertama ثَـلَاثَةٌ لَا يُـكَـلّـِمُـهُمُ اللّٰـهُ يَوْمَ الْقِـيَـامَـةِ وَلَا يُـزَكّـِيْهِمْ وَلَا يَـنْـظُـرُ إِلَيْهِمْ وَلَـهُمْ عَـذَابٌ أَلِـيْمٌ شَيْخٌ زَانٍ، وَمَـلِـكٌ كَـذَّابٌ ، وَعَائِـلٌ مُسْتَـكْبِـرٌ “Tiga jenis manusia yang tidak diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat. Dan tidak pula Allah menyucikan mereka dan tidak memandang kepada mereka. Sedang bagi mereka siksa yang pedih. Yaitu laki-laki tua yang suka berzina, seorang raja pendusta dan orang miskin yang sombong” HR. Muslim. Hadits tentang zina kedua إِذَا زَنَى الرَّجُلُ خَرَجَ مِنْهُ الإِيمَانُ كَانَ عَلَيْهِ كَالظُّلَّةِ فَإِذَا انْقَطَعَ رَجَعَ إِلَيْهِ الإِيمَانُ “Jika seseorang itu berzina, maka iman itu keluar dari dirinya seakan-akan dirinya sedang diliputi oleh gumpalan awan di atas kepalanya. Jika dia lepas dari zina, maka iman itu akan kembali padanya.” HR. Abu Daud dan Tirmidzi Hadits tentang zina ketiga وَيَبْقَى شِرَارُ النَّاسِ يَتَهَارَجُونَ فِيهَا تَهَارُجَ الْحُمُرِ فَعَلَيْهِمْ تَقُومُ السَّاعَةُ “Dan yang tersisa adalah seburuk-buruk manusia. Mereka melakukan hubungan intim di dalamnya bagaikan keledai. Maka pada zaman merekalah kiamat itu akan terjadi“. HR Muslim Hadits tentang zina keempat البكْر بالبِكْر جَلْدُ مائة ونَفْيُ سَنَة والثّيّبُ بالثّيّبِ ، جَلْدُ مائة والرّجْم “Perawan dengan perjaka jika berzina maka dicambuk 100 kali dan diasingkan setahun. Duda dengan janda jika berzina maka dicambuk 100 kali dan dirajam“. HR. Muslim Hadits tentang zina kelima ِإِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ، وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ، وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ، وَيَظْهَرَ الزِّنَا “Sesungguhnya diantara tanda-tanda kiamat yaitu diangkatnya ilmu dan kebodohan nampak jelas, dan banyak yang minum khamar dan banyak orang berzina secara terang-terangan” HR. Bukhari dan Muslim Macam-Macam Zina dan Contohnya dalam Kehidupan Banyak orang mengira bahwa lingkup zina hanya sebatas hubungan intim semata. Nyatanya, lingkupannya sangatlah luas. Yuk simak macam-macam zina berikut ini dengan baik, semoga kita bisa menghindarinya. ceramah singkat tentang zina Zina Al Laman Zina Al-Laman adalah macam zina yang disebabkan oleh panca indra, Banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya telah melakukan Zina al-Laman. Adapun zina Al-Laman atau zina panca indera itu terbagi atas empat macam Zina ain adalah zina mata. Contohnya memandang lawan jenisnya dengan syahwat. Zina qalbi adalah zina hati. Contohnya mengkhayalkan lawan jenis yang bukan mahramnya. Zina lisan adalah zina ucapan. Contohnya membicarakan lawan jenis yang diikuti Zina yadin adalah zina tangan. Contohnya memegang bagian tubuh lawan jenis yang tidak sah. Yuk kontrol anggota tubuhnya agar tidak terjatuh dalam perangkap zina!. Zina Muhsan Macam zina yang kedua adalah zina muhsan. Zina Muhsan adalah Perzinahan yang terjadi saat seorang pasangan yang telah menikah melakukan perselingkuhan. Contohnya hubungan seksual dengan orang bukan pasangannya. Tidak hanya berdosa, namun juga berpotensi menimbulkan bahaya berupa timbulnya penyakit kelamin. Hukuman bagi pelaku zina muhsan adalah dirajam yaitu pelaku dilempari batu hingga meninggal dunia. Zina Gairu Muhsan Zina Gairu Muhsan adalah zina yang dilakukan oleh mereka yang belum sah atau belum pernah menikah. Contohnya adalah mereka yang sedang menjalin hubungan intim sebelum menikah atau berpacaran dan berani melakukan perbuatan zina. Ini biasanya terjadi lantaran sepasang kekasih tergoda rayuan setan sehingga melampiaskan nafsu mereka. Hukuman bagi pelaku zina gairu muhsan adalah dicambuk seratus kali dan diasingkan selama satu tahun. Baca juga teks ceramah singkat ustadz abdul somad Ceramah singkat tentang Zina Cara Menghindari Zina Kita sebagai manusia terkadang suka khilaf hingga hampir terjerumus pada perbuatan keji. Maka, penting bagi kita untuk menghindari zina sedini mungkin. Yuk ikuti cara ini agar kita terhindari dari perbuatan tercela ini. Cara Menghindari Zina yang Efektif Memperbaiki keimanan dan ketakwaan Perbanyak istigfar dan Taubat Nasuha Menjauhi berbagai macam-macam zina sesegera mungkin Mengisi waktu dengan kegiatan yang positif Berkumpul dengan orang-orang shaleh Tidak melakukan kesalahan yang sama untuk kesekian kalinya Tidak suka berkumpul dengan lawan jenis Tidak sering-sering membuka media sosial Perbanyak membuka dan mempelajari isi al Quran Senantiasa meminta perlindungan kepada Allah Taala Istiqamah atas komitmen yang telah dibangun. Cara Menghapus Dosa Zina Untuk menghapus dosa zina di mata Allah, tiada lain selain bertaubat dan melaksanakan ibadah lainnya. Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan Menyesali Perbuatan zina. Taubat Nasuha Shalat Taubat Perbanyak zikir dan istigfhar Melakukan kebaikan pada sesama Memperbanyak membaca Alqur’an. Ceramah Singkat tentang Zina Bahaya Zina dalam Islam Sebagian umat Muslim mungkin telah memahami bahwa larangan berzina merupakan larangan yang tegas, sehingga harus dihindari. Yang dimaksud dengan perzinahan adalah persetubuhan yang dilakukan oleh seorang pria dan wanita di luar nikah, tanpa memandang kembali sebelumnya. Merusak Garis Keturunan Apabila dari perbuatan zina hingga menyebabkan lahirnya seorang anak, maka hal ini membuat seseorang akhirnya meragukan silsilah anaknya, apakah anak yang dilahirkan adalah keturunannya atau hasil berbuat zina. Biasanya dirasakan oleh suami bahwa istrinya telah berzina dengan pria lain. Tentu saja kondisi ini membuat sang anak pun dapat diragukan statusnya. Bahkan juga berakibat buruk terhadap keluarga seperti perceraian dan kesulitan dalam pengasuhan dan kedudukan hukum anak. Keadaan seperti akan membuat terganggunya pertumbuhan mental serta perkembangan di lingkungan. Membuat Ketidaknyamanan dalam Lingkungan Masyarakat Tidak bisa dipungkiri bahwa penilaian masyarakat memang sangat berpengaruh di hidup seseorang. Apabila seorang anak hasil perzinahan maka kemungkinan besar menadin hasil obrolannya dengan masyarakat sekitar apabila kabar ini berhasil menyebar secara meluas di lingkungan mereka. Kini pun sudah banyak terjadi pembunuhan dalam anggota masyarakat akibat terjadi perzinahan tersebut. Tentu saja hal ini menjadi perbuatan yang harus dijauhi. Tidak hanya merugikan diri sendiri melainkan juga di lingkungannya karena memberikan energi negatif dan rasa kurang nyaman. Merusak Ketenangan dalam Kehidupan Rumah Tangga Nama baik perempuan atau laki-laki yang sudah melakukan perbuatan zina akan ternodai di lingkungan masyarakat. Ketenangan hidup berumah tangga mereka tidak akan pernah tercapai sehingga berdampak pada hubungan kasih sayang antara keduanya menjadi terganggu dan sulit harmonis. Bahkan ketika seseorang masih belum menjalin hubungan rumah tangga akan membuat namanya justru sangat buruk di mata masyarakat. Hal ini pun dapat dijadikan sebagai hukuman sosial sebelum mendapatkan balasan dari Allah karena telah melakukan laranganNya tanpa rasa takut. Menghancurkan Hubungan Rumah Tangga Perlu dipahami bahwa istri bukan semata-mata menjadi pemuas hawa nafsu saja melainkan sebagai teman hidup dalam kehidupan berumah tangga dan membina kesejahteraan bersama. Jadi apabila salah satu diantaranya menghianati dengan berselingkuh, maka hubungan tak sehat sudah menunggunya Dapat dikatakan bahwa suami berperan sebagai penanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, maka si istri adalah bertugas dalam memelihara dan mengelola baik harta maupun anak-anak. Jadi jika istri atau suami ternodai karena perbuatan zina, maja kehancuran rumah tangga sulit untuk dielakkan. Merebaknya Penyakit Kelamin Merambahnya tindakan zina di masyarakat akan berakibat pada berkembangnya berbagai penyakit kelamin seperti sifilis raja singa bagi siapa saja pelakunya. Tentu saja tindakan ini wajib untuk dijauhi karena sudah jelas-jelas terbukti bahwa perbuatan ini sangat merugikan diri sendiri dan banyak orang. Di samping itu, perbuatan zina pun juga meningkatkan penularan penyakit AIDS atau gangguan kesehatan lainnya yang bersifat menghancurkan sistem kekebalan tubuh imunitas bagi penderitanya. Dampaknya dirinya pun akan mati secara perlahan karena terganggu imunitasnya. Ceramah singkat tentang zina di atas penting untuk kita pahami sebagai umat Muslim agar terhindar dari perbuatan keji tersebut. Ada banyak dampak negatif yang ditimbulkan atas tindakan ini sehingga wajib dihindari sebagai larangan Allah. Yuk pelajari isi teks ceramah singkat tentang zina ini dengan baik. Ceramah singkat tentang zina beserta dalilnya 100% found this document useful 1 vote365 views2 pagesOriginal TitlePidato tentang Zina dan akibatnya tugas fikihCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 1 vote365 views2 pagesPidato Tentang Zina Dan Akibatnya Tugas FikihOriginal TitlePidato tentang Zina dan akibatnya tugas fikihJump to Page You are on page 1of 2 You're Reading a Free Preview Page 2 is not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. 31 Oktober Ceramah singkat tentang zina – Kini, perbuatan zina sudah merajalela. Parahnya, anak-anak muda sudah mulai berani menampakkan perbuatan keji ini di media sosial biar viral. Apakah pacaran itu zina? Inilah … Naskah pidato bahasa arab tentang haramnya zina disertai artinya. Pidato ini diringkas dari ceramah dua orang Syaikh penutur asli Bahasa Arab. Untuk itu, pidato Bahasa Arab ini bisa dijadikan sebagai alternatif bahan latihan pidato Bahasa Arab untuk para pelajar di sekolah-sekolah dan pesantren-pesantren Islam. Untuk memudahkan para pelajar dalam membaca dan memahami isinya, pidato Bahasa Arab ini sudah diberi harokat dan diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Haramnya Zina تَحْرِيْمُ الزِّنَا Pembukaan الـحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ Isi Pidato فَاتَّقُوا اللهَ أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ، فَذَرُوْا ظَاهِرَ الْإِثْمِ وَبَاطِنَهُ، صَغِيْرَهُ وَكَبِيْرَهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ، أَلَا وَإِنَّ مِنْ كَبَائِرِ الْإثْمِ وَعَظَائِمِ الذُّنُوْبِ ظُهُوْرَ الزِّنَى وَتَيْسِيْرَ أَسْبَابِهِ وَسُبُلِهِ، فَإِنَّ ظُهُوْرَ الزِّنَى مِنْ أَمَارَاتِ قُرْبِ قِيَامِ السَّاعَةِ، فَفِي “الصَّحِيْحَيْنِ” قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ أشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يَقِلَّ الْعِلْمُ، وَيَظْهَرَ الْجَهْلُ، وَيَظْهَرَ الزِّنَى» عِبَادَ اللهِ إِنَّ فَاحِشَةَ الزِّنَى مِنْ أَعْظَمِ أَسْبَابِ ظُهُوْرِ غَرِيْبِ الْأَدْوَاءِ وَجَدِيْدِ الْأَمْرَاضِ وَمُنْكَرَاتِ الْأَسْقَامِ، فَإِنَّهَا لَمْ تَظْهَرِ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطْ، حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا إِلَّا فَشَا فِيْهِمُ الطَّاعُوْنُ وَالْأوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمُ الَّذِيْنَ مَضَوْا، كَمَا قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِبَادَ اللهِ، اتَّقُوا اللهَ وَلَا تَقْرَبُوْا الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيْلاً، فَهُوَ أَقْبَحُ سَبِيْلٍ وَشَرُّ طَرِيْقِ خِزْيٍّ وَعَذَابٍ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ أَمَّا الدُّنْيَا فَـ ﴿الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ وَلا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ﴾ ، هَذَا إِنْ كَانَا غَيْرَ مُحْصَنَيْنِ أَمَّا إِنْ كَانَ الزَّانِي وَالزَّانِيَةُ مُحْصَنَيْنِ فَحَدُّهُمَا رَمْيٌّ بِالْحِجَارَةِ حَتَّى الْمَوْتِ، هَذِهِ عُقُوْبَةُ الْبَدَنِ، وَأَعْظَمُ مِنْ ذَلِكَ وَأَشَدُّ عَذَابُ الْقَلْبِ، فَفِي الصَّحِيْحَيْنِ قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَزْنِي الزَّانِي حِيْنَ يَزْنِي وَهُوَ مُؤْمِنٌ»، فَإِذَا زَنَى الْعَبْدُ انْخَلَعَ مِنْهُ الْإِيْمَانُ، وَكَانَ -؛أَيْ الْإِيْمَانُ- كَالسَّحَابَةِ فَوْقَ رَأْسِهِ مَا دَامَ عَلَى هَذِهِ الْمَعْصِيَةِ، فَإِنْ شَاءَ اللهُ سَلَبَهُ إِيَّاهُ، وَإِنْ شَاءَ اللهُ رَدَّهُ عَلَيْهِ أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ هَذِهِ عُقُوْبَتُهُ فِي الدُّنْيَا، أَمَّا عُقُوْبَتُهُ فِي الْبَرْزَخِ بَعْدَ الْمَوْتِ، وَقَبْلَ أَنْ يَقُوْمَ النَّاسُ لِرَبِّ الْعَالَمْيْنَ، فَمَا رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَيْتُ اللَّيْلَةَ رَجُلَيْنِ أَتَيَانِي فَأَخْرَجَانِي، فَانْطَلَقْتُ مَعَهُمَا فَإِذَا أَنَا بِبِنَاءٍ عَلَى مِثْلِ التَّنُّوْرِ، أَعْلَاهُ ضَيِّقٌ وَأَسْفَلَهُ وَاسِعٌ، يُوْقَدُ تَحْتَهُ نَارٌ، فِيْهِ رِجَالٌ وَنِسَاءٌ عُرَاةٌ، فَإِذَا أُوْقِدَتِ النَّارُ ارْتَفَعُوْا حَتَّى يَكَادُوا يَخْرُجُوْنَ، وَإِذَا خَمَدَتْ رَجَعُوْا، فَقُلْتُ لِلرَّجُلَيْنِ مَنْ هَؤُلاَءِ؟ قَالَا هُمُ الزُّنَاةُ أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ أَمَّا عَذَابُهُمْ فِي الْآخِرَةِ، فَقَالَ جَلَّ وَعَلَا فِيْهِ ﴿وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَاماً. يُضاعَفْ لَهُ العَذابُ يَوْمَ القِيامَةِ فَاتَّقُوا اللهَ عِبَادَ اللهِ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَاجْتَنِبُوْا هَذِهِ الْفَاحِشَةَ الْكَبِيْرَةَ، فَإِنَّ اللهَ تَعَالَى نَهَاكُمْ عَنْ قُرْبَانِهَا فَضْلاً عَنِ الْوُقُوْعِ فِيْهَا ﴿وَلا تَقْرَبُوا الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلاً وَالْمَعْنَى ابْتَعِدُوْا عَنْ أَسْبَابِ الزِّنَا، وَعَنِ الْمَوَاضِعِ الَّتِي يُحْتَمَلُ فِيْهَا الْوُقُوْعُ فِي الزِّنَا وَمِنْ أَسْبَابِ الْوِقَايَةِ مِنَ الزِّنَا قُوَّةُ الْإِيْمَانِ بِاللهِ تَعَالَى وَتَذَكُّرِ الْآخِرَةِ؛1اِلْتِزَامُ النِّسَاءِ بِالْمَلَابِسِ السَّابِغَةِ الْمُحْتَشِمَةِ الَّتِي هِيَ كَرَامَةٌ لَهُنَّ وَحِمَايَةٌ مِنَ الْأَذَى؛2أَدَبُ غَضِّ الْبَصَرِ، وَكَفُّ الْعُيُوْنِ مِنَ الْبَحْثِ عَنِ الْعَوْرَاتِ؛3عَدَمُ الْخَلْوَةِ بَيْنَ الرَّجُلِ وَالْمَرْأَةِ غَيْرَ ذَاتِ المَحْرَمِ طَهَارَةً لِقُلُوْبِهِمْ وَقُلُوْبِهِنَّ؛ قَالَ اللهُ تَعَالَى ﴿ وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ ﴾ [الأحزاب 53]، وَفِي الْحَدِيْثِ الصَّحِيْحِ قَوْلُ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُحَذِّرًا وَلَا يَخْلُوَنَّ َرجُلٌ بِامْرَأَةٍ؛ فَإِنَّ الشَّيْطَانُ ثَالِثُهُمَا؛ [مُسْنَدُ أَحْمَدَ]4الْمُبَاعَدَةُ بَيْنَ مَجَالِسِ الرِّجَالِ وَمَجَالِسِ النِّسَاءِ حَتَّى فِي الْمَسَاجِدِ ، فَلِلرِّجَالِ أَمَاكِنَهُمْ وَلِلنِّسَاءِ أَمَاكِنَهُنَّ5مَنْعُ الاِخْتِلَاطِ الْمُحَرَّمِ فِي أَمَاكِنَ التَّعْلِيْمِ وَالْعَمَلِ وَكُلِّ مَجَالٍ يَقُوْدُ إِلَى الْفِتْنَةِ6تَجَنُّبُ الْحَدِيْثِ عَنِ الْفَوَاحِشِ وَأَصْحَابِهَا؛ لِأَنَّ كَثْرَةُ أَخْبَارِهَا تَدْعُو النُّفُوْسَ إِلَى التَّهَاوُنِ بِهَا7تَجَنُّبُ أَصْدِقَاءِ السُّوْءِ الَّذِيْنَ يُزَيِّنُوْنَ الْحَرَامَ، وَيَتَكَلَّمُوْنَ فِي الْحَرَامِ، وَيَسْتَسْهَلُوْنَ الْحَرَامَ، وَيَدُلُّوْنَ عَلَيْهِ8أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ وَتُوْبُوْا إِلَيْهِ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ Penutup Arti Terjemahan الـحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam atas nabi dan rasul yang paling mulia, nabi kita dan kekasih kita Muhammad ﷺ, keluarganya dan seluruh sahabatnya serta siapa saja yang mengikuti mereka dengan baik hingga Hari Pembalasan. Adapun sesudah itu فَاتَّقُوا اللهَ أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ، فَذَرُوْا ظَاهِرَ الْإِثْمِ وَبَاطِنَهُ، صَغِيْرَهُ وَكَبِيْرَهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ Bertakwalah kepada Allah wahai kaum Mukminin, tinggalkanlah dosa yang terlihat dan yang tidak terlihat, besar maupun kecil supaya kalian beruntung. أَلَا وَإِنَّ مِنْ كَبَائِرِ الْإثْمِ وَعَظَائِمِ الذُّنُوْبِ ظُهُوْرَ الزِّنَى وَتَيْسِيْرَ أَسْبَابِهِ وَسُبُلِهِ، فَإِنَّ ظُهُوْرَ الزِّنَى مِنْ أَمَارَاتِ قُرْبِ قِيَامِ السَّاعَةِ Ketahuilah, salah satu dari dosa-dosa besar adalah tersebar luasnya zina dan mudahnya sebab-sebab dan jalan menuju zina. Sesungguhnya meluasnya zina merupakan salah satu tanda dekatnya hari kiamat. فَفِي “الصَّحِيْحَيْنِ” قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ أشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يَقِلَّ الْعِلْمُ، وَيَظْهَرَ الْجَهْلُ، وَيَظْهَرَ الزِّنَى Di dalam Ash Shahihain kitab Shahih Al-Bukhari dan Muslim Rasulullah ﷺ bersabda, ”Di antara tanda – tanda hari kiamat adalah ilmu syar’i menjadi sedikit, kebodohan terhadap agama merajalela dan zina merajalela. عِبَادَ اللهِ Wahai hamba-hamba Allah, إِنَّ فَاحِشَةَ الزِّنَى مِنْ أَعْظَمِ أَسْبَابِ ظُهُوْرِ غَرِيْبِ الْأَدْوَاءِ وَجَدِيْدِ الْأَمْرَاضِ وَمُنْكَرَاتِ الْأَسْقَامِ Sesungguhnya kekejian zina termasuk sebab terbesar menyebarnya penyakit-penyakit aneh dan penyakit-penyakit baru yang tidak dikenal. فَإِنَّهَا لَمْ تَظْهَرِ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطْ، حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا إِلَّا فَشَا فِيْهِمُ الطَّاعُوْنُ وَالْأوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمُ الَّذِيْنَ مَضَوْا، كَمَا قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ Tidaklah perbuatan keji ini merajalela di suatu bangsa hingga mereka terbuka melakukannya kecuali akan menyebarluaslah wabah penyakit yang di masa sebelumnya tidak pernah ada sebelumnya sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah ﷺ. عِبَادَ اللهِ، اتَّقُوا اللهَ وَلَا تَقْرَبُوْا الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيْلاً، فَهُوَ أَقْبَحُ سَبِيْلٍ وَشَرُّ طَرِيْقِ خِزْيٍّ وَعَذَابٍ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ Wahai hamba -hamba Allah, bertakwalah kepada Allah. Janganlah mendekati zina. Sesungguhnya zina adalah perbuatan keji dan jalan yang buruk. Zina ada jalan paling menjijikkan dan jalan terburuk menuju kehinaan dan siksa di dunia dan akhirat. أَمَّا الدُّنْيَا فَـقَالَ تَعَالَى الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ وَلا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ﴾ ، هَذَا إِنْ كَانَا غَيْرَ مُحْصَنَيْنِ Adapun di dunia maka Allah berfirman, ”Pezina perempuan dan pezina laki-laki, deralah masing-masing dari keduanya seratus kali dan janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk melaksanakan agama hukum Allah jika kamu beriman kepada Allah dan hari Kemudian. Hendaklah pelaksanaan hukuman atas mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang mukmin.” [An-Nur 2] أَمَّا إِنْ كَانَ الزَّانِي وَالزَّانِيَةُ مُحْصَنَيْنِ فَحَدُّهُمَا رَمْيُ بِالْحِجَارَةِ حَتَّى الْمَوْتِ Ini bila dua orang yang berzina itu bukan orang yang sudah menikah. Bila mereka termasuk yang sudah menikah maka hukumannya adalah dilempar batu sampai mati dirajam. هَذِهِ عُقُوْبَةُ الْبَدَنِ وَأَعْظَمُ مِنْ ذَلِكَ وَأَشَدُّ عَذَابُ الْقَلْبِ Ini hukuman terhadap tubuh. Yang lebih besar dan lebih dahsyat dari hal itu adalah siksa terhadap hati. فَفِي الصَّحِيْحَيْنِ قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَزْنِي الزَّانِي حِيْنَ يَزْنِي وَهُوَ مُؤْمِنٌ Di dalam Ash-Shahihain Rasulullah ﷺ bersabda, ”Tidaklah seseorang itu berzina saat dia berzina dia dalam keadaan beriman.” [Hadits riwayat Al-Bukhari no. 2295 dan Muslim no. 86] فَإِذَا زَنَى الْعَبْدُ انْخَلَعَ مِنْهُ الْإِيْمَانُ، وَكَانَ -؛أَيْ الْإِيْمَانُ- كَالسَّحَابَةِ فَوْقَ رَأْسِهِ مَا دَامَ عَلَى هَذِهِ الْمَعْصِيَةِ، فَإِنْ شَاءَ اللهُ سَلَبَهُ إِيَّاهُ، وَإِنْ شَاءَ اللهُ رَدَّهُ عَلَيْهِ Bila seorang hamba berzina, iman keluar dari dirinya. Iman itu seperti sebuah awan di atas kepalanya selama dia melakukan maksiat zina tersebut. Bila Allah menghendaki, Allah renggut iman itu dari dirinya dan bila Allah menghendaki, Allah kembalikan kepadanya. أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ Wahai kaum Mukminin, هَذِهِ عُقُوْبَتُهُ فِي الدُّنْيَا، أَمَّا عُقُوْبَتُهُ فِي الْبَرْزَخِ بَعْدَ الْمَوْتِ، وَقَبْلَ أَنْ يَقُوْمَ النَّاسُ لِرَبِّ الْعَالَمْيْنَ Ini sanksi hukum di dunia. Adapun hukuman di alam barzakh alam kubur setelah kematian dan sebelum manusia bangkit di hadapan Tuhan alam semesta فَمَا رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَيْتُ اللَّيْلَةَ رَجُلَيْنِ أَتَيَانِي فَأَخْرَجَانِي، فَانْطَلَقْتُ مَعَهُمَا فَإِذَا أَنَا بِبِنَاءٍ عَلَى مِثْلِ التَّنُّوْرِ، أَعْلَاهُ ضَيِّقٌ وَأَسْفَلَهُ وَاسِعٌ، يُوْقَدُ تَحْتَهُ نَارٌ، فِيْهِ رِجَالٌ وَنِسَاءٌ عُرَاةٌ، فَإِذَا أُوْقِدَتِ النَّارُ ارْتَفَعُوْا حَتَّى يَكَادُوا يَخْرُجُوْنَ، وَإِذَا خَمَدَتْ رَجَعُوْا، فَقُلْتُ لِلرَّجُلَيْنِ مَنْ هَؤُلاَءِ؟ قَالَا هُمُ الزُّنَاةُ Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dari Samurah bin Jundub radhiyallahu anhu, ia berkata, ”Rasulullah ﷺ bersabda,”Tadi malam dalam mimpi aku melihat dua orang mendatangiku lalu mengajakku keluar. Aku berangkat bersama keduanya. Lalu aku tiba di sebuah bangunan yang mirip dengan tungku pemanggang roti. Bagian atasnya sempit dan bagian bawahnya luas. Di bawahnya dinyalakan api. Di dalam tungku tersebut terdapat para laki-laki dan wanita telanjang. Ketika api dinyalakan, mereka terangkat hingga hampir keluar. Bila apinya padam mereka turun kembali. Aku bertanya kepada dua orang lelaki itu,”Siapa orang-orang yang disiksa di tungku itu?” Mereka menjawab,”Mereka itu para pezina.” أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ Wahai orang-orang mukmin أَمَّا عَذَابُهُمْ فِي الْآخِرَةِ، فَقَالَ جَلَّ وَعَلَا فِيْهِ ﴿وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَاماً. يُضاعَفْ لَهُ العَذابُ يَوْمَ القِيامَةِ﴾ Untuk adzab di akhirat Allah Azza wa Jalla berfirman, Siapa yang melakukan demikian itu niscaya mendapat dosa. Baginya akan dilipatgandakan azab pada hari Kiamat. [Al-Furqan 68-69] فَاتَّقُوا اللهَ عِبَادَ اللهِ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَاجْتَنِبُوْا هَذِهِ الْفَاحِشَةَ الْكَبِيْرَةَ، فَإِنَّ اللهَ تَعَالَى نَهَاكُمْ عَنْ قُرْبَانِهَا فَضْلاً عَنِ الْوُقُوْعِ فِيْهَا Bertakwalah wahai hamba-hamba Allah dengan sebenar-benar takwa. Jauhilah perbuatan keji yang besar ini. Sesungguhnya Allah Ta’ala telah melarang kalian dari mendekatinya apalagi terjerumus ke dalamnya. وَلا تَقْرَبُوا الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلاً Janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah perbuatan keji dan jalan terburuk. [Al-Isra’ 32] [i] وَالْمَعْنَى ابْتَعِدُوْا عَنْ أَسْبَابِ الزِّنَا، وَعَنِ الْمَوَاضِعِ الَّتِي يُحْتَمَلُ فِيْهَا الْوُقُوْعُ فِي الزِّنَا. وَمِنْ أَسْبَابِ الْوِقَايَةِ مِنَ الزِّنَا Maksudnya adalah jauhilah sebab-sebab zina dan tempat-tempat yang dimungkinkan untuk terjerumus ke dalam zina. Di antara sebab untuk melindungi dari zina adalah sebagai berikut قُوَّةُ الْإِيْمَانِ بِاللهِ تَعَالَى وَتَذَكُّرِ الْآخِرَةِ؛1Iman yang kuat kepada Allah dan mengingat-ingat النِّسَاءِ بِالْمَلَابِسِ السَّابِغَةِ الْمُحْتَشِمَةِ الَّتِي هِيَ كَرَامَةٌ لَهُنَّ وَحِمَايَةٌ مِنَ الْأَذَى؛2Para wanita hendaklah berpakaian yang panjang dan besar serta sopan. Itu merupakan kemuliaan bagi mereka dan melindungi mereka dari غَضِّ الْبَصَرِ، وَكَفُّ الْعُيُوْنِ مِنَ الْبَحْثِ عَنِ الْعَوْرَاتِ؛3Adab menahan pandangan dan menjaga mata dari mencari-cari aurat الْخَلْوَةِ بَيْنَ الرَّجُلِ وَالْمَرْأَةِ غَيْرَ ذَاتِ المَحْرَمِ طَهَارَةً لِقُلُوْبِهِمْ وَقُلُوْبِهِنَّ؛ قَالَ اللهُ تَعَالَى ﴿ وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ ﴾ [الأحزاب 53]، وَفِي الْحَدِيْثِ الصَّحِيْحِ قَوْلُ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُحَذِّرًا وَلَا يَخْلُوَنَّ َرجُلٌ بِامْرَأَةٍ؛ فَإِنَّ الشَّيْطَانُ ثَالِثُهُمَا؛ [مُسْنَدُ أَحْمَدَ]4Tidak berkhalwat antara pria dan wanita yang bukan mahram untuk menjaga kesucian hati para pria dan wanita Ta’ala berfirman, وَاِذَا سَاَلْتُمُوْهُنَّ مَتَاعًا فَسْـَٔلُوْهُنَّ مِنْ وَّرَاۤءِ حِجَابٍۗ ذٰلِكُمْ اَطْهَرُ لِقُلُوْبِكُمْ وَقُلُوْبِهِنَّۗ Apabila kamu meminta sesuatu keperluan kepada mereka istri-istri Nabi, mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. [Al-Ahzab 53] Dalam hadits shahih Nabi ﷺ memperingatkan dengan sabdanya,”Jangan pernah seorang pria berkhalwat bersendirian dengan seorang wanita. Sesungguhnya setan menjadi pihak ketiganya.” [Musnad Ahmad] الْمُبَاعَدَةُ بَيْنَ مَجَالِسِ الرِّجَالِ وَمَجَالِسِ النِّسَاءِ حَتَّى فِي الْمَسَاجِدِ ، فَلِلرِّجَالِ أَمَاكِنَهُمْ وَلِلنِّسَاءِ أَمَاكِنَهُنَّ5Saling menjauhkan majlis pria dan wanita bahkan hingga di masjid sekalipun. Bagi para pria ada tempat sendiri dan bagi wanita juga ada tempat الاِخْتِلَاطِ الْمُحَرَّمِ فِي أَمَاكِنَ التَّعْلِيْمِ وَالْعَمَلِ وَكُلِّ مَجَالٍ يَقُوْدُ إِلَى الْفِتْنَةِ6Melarang campur baur yang haram antara pria dan wanita di tempat-tempat belajar, bekerja dan setiap tempat yang bisa mengantarkan kepada الْحَدِيْثِ عَنِ الْفَوَاحِشِ وَأَصْحَابِهَا؛ لِأَنَّ كَثْرَةُ أَخْبَارِهَا تَدْعُو النُّفُوْسَ إِلَى التَّهَاوُنِ بِهَا7Menjauhi pembicaraan tentang perbuatan zina dan para pelakunya karena banyak memberitakan tentang perbuatan zina akan mendorong jiwa manusia untuk meremehkan perbuatan keji أَصْدِقَاءِ السُّوْءِ الَّذِيْنَ يُزَيِّنُوْنَ الْحَرَامَ، وَيَتَكَلَّمُوْنَ فِي الْحَرَامِ، وَيَسْتَسْهَلُوْنَ الْحَرَامَ، وَيَدُلُّوْنَ عَلَيْهِ8Menjauhi teman-teman yang buruk yang menghias perbuatan haram ini menjadi indah dan suka berbicara hal-hal haram, menganggap sepele masalah ini dan menunjukkan kepada perbuatan haram. [ii]أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ وَتُوْبُوْا إِلَيْهِ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ Demikianlah pidato yang bisa saya sampaikan. Saya memohon ampun kepada Allah Ta’ala yang Maha Agung untuk diri saya dan anda sekalian dan seluruh kaum Muslimin. Mohonlah ampunan kepada-Nya dan bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun dan Maha Penyayang. [i] [ii]

pidato singkat tentang zina